7 Pengendalian Hama Secara Kultur Teknis

Pengendalian Hama Secara Kultur Teknis

Pengendalian Hama Secara Kultur Teknis – Pada dasarnya pengendalian hama merupakan upaya manusia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mengusir, menjauhi serta memberantas hama supaya populasinya tidak menggapai aras yang secara ekonomi merugikan. Pengendalian hama ini sebenarnya tidak bertujuan untuk menghilangkan spesies hama hingga tuntas, melainkan hanya menekan populasinya saja hingga pada aras tertentu.

Perlindungan tanaman merupakan upaya menjauhi serta menekan pertumbuhan hama supaya populasinya berada di dasar ambang ekonomi dengan tata cara pengendalian yang sesuai. Mengupayakan supaya populasi hama tidak memunculkan kerugian, lewat cara- cara pengendalian yang efisien, menguntungkan, serta nyaman terhadap area. Dan bertujuan untuk memperoleh rendemen ekonomi yang maksimal dengan kehancuran area yang minimun.

Pengendalian hama ada berbagai macam salah satunya yaitu pengendalian hama secara kultur teknis (Cultural Control). Pengendalian hama ini merupakan pengendalian OPT dengan metode mengelola area/ ekossistem sedemikian rupa sehingga ekosistem tersebut menjadi kurang sesuai untuk kehidupan serta perkembangbiakan hama. Pada prinsipnya ialah metode pengendalian dengan menggunakan area untuk menekan pertumbuhan populasi hama. Berbeda dengan pengendalian hama dirumah, lebih baik gunakan jasa pest control surabaya untuk hasil yang maksimal dan juga aman.

Macam-macam pengendalian hama secara kultur bisa dicoba dengan metode pengaturan pola tanam, pengolahan tanah sehat, pemakaian benih sehat, pemangkasan, pengelolaan air, pemupukan berimbang, serta sanitasi.

1. Pola tanam

  • a. Tanam serempak
  • b. Panen serempak
  • c. Panen berjalur
  • d. Pergiliran tumbuhan/ Rotasi tan.
  • e.Tumpangsari/ Intercropping
  • f. Tumbuhan perangkap

2. Pengolahan tanah sehat

Diperuntukan terhadap hama yang dalam siklus hidup memiliki fase di dalam tanah. Contohnya seperti Larva famili Scarabaeidae (lundi). Pengolahan tanah diperlukan karena terdapat serangga yang sebagian ataupun seluruh hidupnya terletak di dalam tanah, yang amat dipengaruhi oleh tekstur serta struktur tanah, komposisi kimiawi tanah, kelembaban serta temperatur tanah, dan terdapatnya organisme tanah yang lain. Dengan pengolahan tanah yang baik, hama- hama tersebut dapat terbunuh ataupun terhambat

3. Pemakaian benih sehat

Pengendalian hama secara kultur teknis selanjutnya yaitu dengan memakai benih sehat. Cara- cara pengendaliannya sebagai berikut:

  • Bibit ataupun biji dan benih yang sehat sejak awal
  • Melaksanakan disinfested dari bibit
  • Pembersihan benih
  • Pengaturan waktu tanam untuk tumbuhan untuk menciptakan benih
  • Kultur jaringan

4. Pemangkasan

Pemangkasan atau pemetikan bisa dicoba dalam upaya menghindari meluasnya serbuan. Pemangkasan atau pemetikan ini dicoba dikala populasi hama besar.

Contoh: Tungau. Pemangkasan bisa menimbulkan terbuangnya telur- telur serta tungaunya. Hasil pemangkasan ini selanjutnya bisa dibakar. Apabila air berada dalam jumlah cukup drainasenya baik pemangkasan bisa dicoba pada masa kemarau, sehingga pada masa hujan tumbuhan bisa berkembang kembali. Pemetikan jangka pendek lebih baik dari pada pemetikan jangka panjang, sebab pada pemetikan jangka pendek tungau merah belum pernah meningkatkan populasinya.

5. Pengelolaan air

Pengairan Irigasi:

  • Secara langsung: Scirpophaga innotata, Nymphula depunctalis
  • Secara tidak langsung: pergantian hawa mikro paling utama RH)

6. Pemupukan berimbang

Pemupukan yang berimbang dengan kebutuhan tumbuhan antara N, P, K serta unsur- faktor mikro tumbuhan sehat tahan terhadap   serbuan hama.

7. Sanitasi

Pengendalian yang lain yaitu dengan pengaturan sanitasi area. Sanitasi yang baik serta terpelihara akan mengurangi hama melanda tumbuhan.

Demikian informasi tentang pengendalian hama secara kultur teknis. Meskipun ada beberapa cara yang dapat diterapkan untuk pengendalian hama, namun pengendalian hama yang diterapkan secara kultur teknis terbukti mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan hama yang merugikan bagi tanaman. Nah, pastikan Anda menggunakan cara yang paling tepat untuk pengendalian hama di lingkungan atau industri Anda ya!